Game Level 1 Kelas Bunda Sayang IIP: Komunikasi Produktif Day #9

Kata orang, komunikasi yang berkualitas itu kunci langgengnya pernikahan. Saya setuju. Sering kali buruknya cara berkomunikasi membuat hal kecil menjadi besar. Ditambah lagi dengan sulitnya menemukan waktu untuk berkomunikasi. Apalagi ketika sudah punya anak, waktu yang sudah terbatas itu semakin sulit saja untuk didapat.

Saya rasa di saat kami memiliki waktu yang terbatas untuk bersama, malam hari bisa jadi saat paling tepat untuk membangun komunikasi berkualitas. Seperti yang biasa kami lakukan selama ini. Kenapa malam? Karena di malam hari biasanya orang jadi lebih rileks dan santai.

Malam ini, misalnya. Sambil menemani saya menyusui anak di kasur, kami membahas kaidah kedua, yakni Choose The Right Time.

Pak Su rikues agar saya lebih melihat-lihat situasi saat saya mengajak beliau untuk membahas sesuatu yang penting. Bukan pas beliau sedang sibuk dengan kerjaan (ya, di rumah juga kerja, sodara-sodara), atau saat sedang pusing karena kerjaan. Selama ini, karena keterbatasan waktu untuk bersama, saya sering tiba-tiba menodong saat suami baru saja sampai di rumah. Terlebih lagi karena saya tidak mau memendam perasaan, pengennya langsung dikeluarkan, gitu. Biar lega, haha.

Kalau saya bagaimana? Saya pun begitu. Tapi kalau saya lebih memprioritaskan me-time. Secara saya paling males ngelakuin pekerjaan kantor di rumah. Bagi saya, di rumah itu waktunya bersama keluarga dan untuk diri sendiri. Menjadi seorang introver membuat saya butuh waktu me-time lebih banyak biar ga stres dengan segala kesibukan kerja dan ngurus anak. Kapan saya me-time? Saat anak tidur atau sedang diasuh oleh keluarga yang lain. Lalu kapan suami boleh mengganggu me-time saya? Ya...ga tentu. Tanya dulu deh, boleh diganggu ga. Hehheheehehe... Lagian yang paling sering butuh ngobrol itu saya kok 😉

#HariKe9
#GameLevel1
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#KomunikasiProduktif

Komentar