Game Level 1 Kelas Bunda Sayang IIP: Komunikasi Produktif Day #5
Waktu 10 hari yang diberikan untuk menyelesaikan tantangan sesungguhnya memaksa kita untuk keep communicating. Diharapkan setelah tantangan berakhir jadi terbiasa untuk berkomunikasi secara produktif.
Namun, terkadang komunikasi dengan pasangan terhambat karena merasa tidak ada hal yang penting untuk dibicarakan. Ga ada kasus istilahnya. Bingung juga apa yang mau dilaporkan untuk hari itu.
Biasanya, setelah pulang kerja di sore hari, kami membersamai anak yang seharian dititip ke neneknya. Di sela-sela bermain dengan anak, misalnya bundanya sedang bersama baby, satu-dua kali ayahnya menarik diri sebentar untuk bermain gadget atau sekadar mengecek messenger. Bunda pun begitu, bergantian. Sesekali mencari hiburan dari komputer mungil seukuran telapak tangan itu. Lalu diselingi pula dengan mengerjakan pekerjaan rumah tangga yang belum kelar. Mengobrol pun dilakukan sekadarnya, seperlunya saja pada saat itu. Akibatnya tidak ada komunikasi produktif yang terjalin di antara keduanya.
Akan tetapi, pada saat pillow talk kami memiliki waktu lebih banyak untuk mengobrol sambil mengurus baby. Misalnya seperti malam ini, saat saya menyusui dan ayahnya mengganti popok. Percakapan yang terjadi memang penting, tapi dibumbui juga oleh hal-hal sepele. Cerita sehari-hari tentang kesibukan masing-masing, rencana ke depan, sampai hal-hal lucu yang terjadi di sekitar kami saat sedang tidak bersama. Semua itu menghangatkan kembali suasana di antara kami yang seharian tidak bertemu.
Namun, lagi-lagi ayahnya harus keluar malam ini karena ada kegiatan rutin yang harus dilakukan. Ngobrolnya jadi sebentar doang deh. Tapi terasa sekali komunikasi yang produktif walaupun dilakukan dalam waktu singkat memberikan kelegaan dan kepuasan. Jadi, apa pun yang mau diobrolkan, diobrolkan saja ya, keep communicating.
#HariKe5
#GameLevel1
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#KomunikasiProduktif
Komentar
Posting Komentar