Game Level 1 Kelas Bunda Sayang IIP: Komunikasi Produktif Day #1
Partner saya dalam game pertama ini adalah Pak Suami. Semalam, saat mengobrol sambil menidurkan anak seperti biasa, kami memutuskan saat pillow talk seperti ini adalah forum komunikasi yang paling tepat. Saya bekerja dari jam 7-5 sore, dan suami baru pulang kerja setelah saya. Waktu dimana kami bisa lebih fokus komunikasi adalah saat pillow talk. Etapi..kan ga bisa dipastiin juga ya tiap sebelum tidur ada Pak Suami. Soalnya terkadang beliau ada kerjaan di luar dan saya tidur duluan. Yowis lah jadwal forumnya menyesuaikan aja ya...kayaknya lebih enak begitu.
Hari pertama saya memilih untuk mengamati gaya komunikasi antara saya dan suami selama ini. Sesungguhnya, saya sadar, komunikasi yang buruk adalah akar permasalahan dari setiap konflik kami. Saya memiliki sifat keras kepala, kuat kemauan, egois, plus unfinished business yang masih menghantui hidup selama ini. Suami sebenarnya juga keras kepala dalam hal berpendapat, tapi beliau tipe yang sedikit lebih sabar dan lebih sering mengalah untuk menghindari konflik yang lebih besar (melarikan diri dari kenyataan, kalau pakai bahasa saya ). Dan lebih logis (sesuatu yang sering membuat saya meradang ketika saya lebih mementingkan perasaan).
Nah..kita mulai dari sini ya.
Malam ini kebetulan kami membahas tentang tugas-tugas rumah tangga yang kami kerjakan bersama, sekalian membahas apa kira-kira yang bisa saya tuliskan untuk game 1 ini. Awalnya berjalan santai aja, suami sambil menemani anak bermain dan saya bersantai di kasur. Lalu pembicaraan terputus karena anak ingin bermain di luar kamar dan suami pun mengikuti untuk menjaganya. Di situ saya menemukan satu hal dan langsung saya sampaikan, bahwa selama ini sering terjadi komunikasi kita lakukan sambil melakukan hal lain. Entah sambil kerja, main gadget, atau lainnya. Suami mungkin tidak terlalu mempermasalahkan hal itu, tapi saya orangnya sensian, hehe. Kalau dibegitukan suka ngerasa tersinggung dan merasa tidak dihargai, begitu kata saya. Lalu kalau sudah begitu saya pasti kesal dan jadi bersikap ketus. Tidak jarang masalah jadi makin besar hanya gara-gara ini. Mendengar pernyataan saya, suami diam saja, sepertinya mencoba mencerna.
Hal yang dapat saya pelajari hari ini, kemungkinan ada infinished business saya yang ikut berperan membuat saya sensian. Padahal awalnya tidak ada masalah yang serius, lalu lama kelamaan bisa jadi masalah besar.
#HariKe1
#GameLevel1
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#KomunikasiProduktif
#GameLevel1
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#KomunikasiProduktif


Komentar
Posting Komentar